Berita

100138_150453jokowi11

4 Kisah Jokowi dan Sang Ajudan Pintar

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) didampingi ajudan nan setia saat mengemban tugas. Ia terkadang berbagi cerita tentang sang ajudan andalannya itu.

Jokowi dikawal seorang ajudan saat blusukan ke kampung-kampung Jakarta. Pria kelahiran 21 Juni 1961 itu juga mendapat pengamanan dari 3 orang pengawal pribadi.

Ajudan itu sigap mengamankan hingga mencatat aspirasi warga Ibukota yang ditumpahkan kepada orang nomor satu di Jakarta itu
untuk ditindaklanjuti. Jokowi juga transparan menempel anggaran-anggaran yang diperuntukkan bagi ajudannya.

Berikut 4 Kisah Jokowi dan Sang Ajudan Pintar:

1. Ajudan Postur Kecil Tapi Pintar

Jokowi mengaku bangga dengan ajudannya. Ia memperkenalkan ajudannya kepada khalayak.

“Ini ajudan saya. Dia lulusan STPDN, katanya pintar. Saya tes, ternyata pintar,” ujar Jokowi begitu memanggil seorang ajudannya ke atas panggung saat memberi ceramah di seminar Entrepreneurship yang digelar di Gedung Smesco, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (17/3/2013). Hadir dalam acara tersebut, pemimpin CT Corp Chairul Tanjung.

“Udah balik lagi sana,” tambah Jokowi.

Mantan walikota Solo ini lalu bercerita soal pengalamannya yang menarik saat bersama dengan ajudannya. Banyak warga Solo pada awalnya yang mengira Jokowi adalah seorang ajudan. Sementara ajudannya adalah Wali Kota Solo.

“Dulu karena ajudan saya badannya besar, saya kan kurus nih. Ada yang mikir dikira dia Wali Kotanya, ajudan saya ini. Awalnya saya masih biasa, bulan kedua, masih kuat, bulan ketiga, saya udah gak kuat. Makanya saya ganti dengan yang badannya lebih kecil daripada saya,” ujar jokowi sambil tertawa. Candaan Jokowi ini lalu mengundang tawa dan tepuk tangan peserta yang hadir.

“Selamat sampai sekarang. Kalau sekarang semua udah kenal (saya gubernurnya) karena saya sering masuk televisi jadi semuanya tahu,” ujar Jokowi.

2. Uang Makan Ajudan

Jokowi memerintahkan semua kelurahan menempel poster anggaran masing-masing di depan kantor. Jokowi juga akan menempel pengeluarannya, termasuk uang makan ajudan dan anggaran pidato.

“Nanti juga akan kita bikin poster yang lebih gede lagi, agar kelihatan semuanya, agar uang makan ajudan bisa kelihatan berapa, uang (bikin) pidato juga kelihatan,” kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2013).

Jokowi mengatakan, pemasangan poster anggaran di kelurahan sudah berjalan, namun memang belum merata. Di beberapa kelurahan, masih ada yang butuh waktu.

“Kita ada sekitar 260 kelurahan. Saya kira perlu proses, perlu waktu,” tegasnya.

Dengan ditempelnya anggaran itu, Jokowi mengajak masyarakat agar melakukan pengawasan bersama. Bila ada penyimpangan, jangan sungkan untuk melaporkannya.

APBD DKI Jakarta mengalokasikan uang makan ajudan Gubernur Jokowi sebesar Rp 1,5 miliar.

Jokowi mengaku hanya mengetahui urusan makro. Untuk hal-hal mendetail seperti anggaran pidato dan makan ajudan, dia tak mengetahuinya.

 3. Kompak Naik TaksiMungkin banyak orang menyangsikan efisiensi waterway Muara Baru-Marunda PP. Dengan jarak sekitar 17 Km, apakah waterway lebih cepat daripada jalur darat? Jokowi bersama ajudannya pun membuktikannya.Di Marunda, Jumat (15/2/2013), pukul 16.30, Jokowi meminta mobil yang ditumpanginya Innova hitam B 1961 RFR pergi terlebih dahulu menuju Muara Baru. Lima menit kemudian Jokowi pergi ke Muara Baru dengan menggunakan waterway.

“Oke, mobil berangkat sekarang. Standby ke Muara Baru,” ujar salah satu ajudan yang meneruskan pesan Jokowi ke sopir mobil.

Tepat pukul 17.00 WIB KM Kerapu yang membawa Jokowi dan rombongan tiba di Dermaga Muara Baru. Sedangkan mobil Innova yang dikabarkan menempuh rute Tol Wiyoto-Wiyono dari Tanjungpriok menuju Muara Baru belum tiba.

Di Muara Baru, Jokowi langsung diserbu warga yang hendak bersalaman dan minta foto bersama. Tidak berlangsung lama, karena mobil Innova tumpangannya belum tiba, Jokowi pun menggunakan taksi untuk kembali ke Balai Kota.

Jokowi bersama seorang ajudannya langsung naik ke dalam taksi tersebut. Ia pun tiba di Balai Kota DKI Jakarta pada pukul 18.00 WIB, dan tak lama kemudian mobil Innova hitam B 1961 RFR juga tiba di Balai Kota DKI Jakarta.

4. Ganti Ajudan Ganteng

Jokowi rupanya ‘nggak kuat’ punya ajudan berwajah menawan. Ia lalu mengganti ajudan ganteng itu.

“Saat jadi Wali Kota, saya itu ke mana-mana nyetir sendiri. Saya diberikan dapat 1 orang ajudan waktu itu. Ia tinggi, besar, ganteng lagi. Sementara bodi saya kurus kering, berat badan saya hanya 45 kilogram,” kata Jokowi yang sesekali menggerakkan tangan. Tawa hadirin membahana dan suasana menjadi riuh.

“Jadi setiap tamu yang datang ke kantor saya, yang disalami ajudan saya. Selalu ajudan saya, bukan saya,” curhat Jokowi dengan mimik serius di Epicentrum Walk (Epiwalk), Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2012).

Jokowi menyerah dan mengganti si ajudan ganteng. “Satu bulan, saya agak kuatlah. 2 Bulan mulai nggak kuat. 3 Bulan sudah nggak tahan, muncul kreatif saya, ajudan saya itu saya ganti dengan ajudan yang lebih jelek dari saya. Jadi semenjak itu saya selamat. Selama 7 tahun, saya terus disalami orang. Selamat saya,” cerita Jokowi yang disambut tawa riang hadirin, termasuk Menparekraf Mari Elka Pangestu yang terus tertawa mendengar kisah Jokowi.

(aan/ndr)

news.detik.com/read/2013/03/18/095813/2196456/10/4-kisah-jokowi-sang-ajudan-pintar?n991101605

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s